Ia menjelaskan, Nakhla Tour mengusung konsep perjalanan ibadah sesuai sunnah dengan pendampingan langsung oleh ustadz lulusan Madinah di setiap keberangkatan. Pendampingan tersebut tidak hanya dilakukan saat manasik dan pelaksanaan ibadah, tetapi juga melalui kajian serta konsultasi pribadi selama berada di Tanah Suci.
Sementara itu, perwakilan Nakhla Tour Cabang Bandung, Alia Karenina, menilai Bandung menjadi salah satu daerah strategis karena memiliki potensi jamaah yang besar.
"Bandung adalah salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di Indonesia dengan potensi jamaah yang sangat besar. Di sinilah kami ingin hadir lebih cepat dan lebih personal bagi masyarakat sekitar. Ini juga langkah jangka panjang kami untuk terus meningkatkan mutu dan menjaga amanah jamaah," katanya.
Dalam sesi talkshow, para pendiri Nakhla Tour juga menekankan bahwa perjalanan umrah dan haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga proses pembinaan spiritual yang diharapkan mampu memberikan perubahan positif dalam kehidupan jamaah.
Salah seorang owner Nakhla Tour, Ustadz Hamdi Solah Al Bakry, Lc., turut menjelaskan filosofi nama "Nakhla" yang diambil dari bahasa Arab yang berarti pohon kurma.
"Nakhla dalam bahasa Arab berarti pohon kurma, pohon yang disebut berulang kali dalam Al-Qur'an dan dikenal sebagai simbol keteguhan serta keberkahan. Filosofi inilah yang ingin kami tanamkan dalam setiap layanan, menemani jamaah dengan keteguhan iman agar pulang membawa keberkahan," jelasnya.
Didirikan pada 2020 di bawah naungan PT Anugerah Dwi Dutawisata, Nakhla Tour kini terus memperluas jaringan layanannya di berbagai kota di Indonesia. Melalui kantor cabang di Bandung, perusahaan berharap dapat semakin memudahkan masyarakat Jawa Barat memperoleh layanan umrah dan haji yang sesuai sunnah dengan pendampingan yang komprehensif.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
