Proses klarifikasi dilakukan maraton sejak Kamis pagi. Tak cuma memberikan penjelasan, perawat bersangkutan juga diwajibkan menyusun klip video permohonan maaf terbuka yang disiarkan di media sosial.
“Kamis pagi langsung kita lakukan investigasi, pemanggilan, kemudian yang bersangkutan juga membuat video permohonan maaf. Sekarang proses administrasinya sedang berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Langkah preventif pun langsung dieksekusi dengan memutus interaksi langsung oknum perawat dari lini medis pasien.
“Kita nonaktifkan dulu dari pelayanan sampai penyelidikan lebih lanjut. Kita tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah karena seluruh proses administrasi harus dilalui terlebih dahulu,” tegasnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
