BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Majelis Musyawarah Sunda (MMS) menekankan pentingnya peningkatan pendidikan dan kerja sama ecoregion guna mendongkrak indeks pembangunan Jawa Barat (Jabar).
Pernyataan itu disampaikan Burhanudin Abdullah, pinisepuh MMS dalam sambutannya di acara Milangkala ke-2 MMS bertema "Pasamoan Inohong Sunda" di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Lantai 3, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).
Burhanudin mengatakan, jumlah penduduk sarjana di masyarakat Sunda kalah dari provinsi lain. "Kemudian, yang sudah sarjana, ternyata banyak menganggur karena tidak mampu berdikari dan menciptakan lapangan kerja. Karena itu, kita perlu terus berkonsilidasi untuk meningkatkan indeks pembangunan Jawa Barat," kata Burhanudin
Selain Burhanudin Abdullah, hadir pula dua menteri asal Sunda, yakni, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wakil Mendagri Akhmad Wiyagus, Sekda Pemprov Jabar Herman Suryatman.
Pinisepuh MMS asal Banten Komjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki, dan tokoh Betawi/anggota DPD RI asal Jakarta Dailami Firdaus.
Kemudian tokoh Sunda yang pernah jadi Menteri Perhubungan (Menhub) Agum Gumelar dan Menteri/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Komut Pertamina M Iriawan.
Anggota DPR RI Adang Daradjatun, Eks Kapolda Metro Jaya Makbul Padmanegara, Rektor UI asal Sukabumi Prof Heri Hermansyah, Rektor Untirta Banten Prof Fattah Sulaeman.
Kemudian, pinisepuh MMS yang pernah menjadi KSAL Ade Supandi, mantan Wagub Jabar Nu'man Abdul Hakim, serta tokoh perempuan Sunda, yakni, Halimah Munawir, Eni Sumarni, dan Ella Girikomala.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
