MMS Sebut Jumlah Sarjana di Masyarakat Sunda Kalah dari Provinsi Lain

Agus Warsudi
Pinisepuh MMS dan tokoh Sunda foto bersama di acara Milangkala ke-2 MMS. (FOTO: ISTIMEWA)

"Yang paling penting itu jangan dipisahkan kita ini. Kalau kita bicaranya Jakarta saja, Jawa Barat saja, Banten saja, itu menjadi satu kelemahan. Itu harus dibangun oleh para pemimpin," ujar Burhanudin. 

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan, kearifan lokal penting dalam pembangunan. 

"Saya rasa memperjuangkan SARA itu mulia. Tapi menindas SARA nista. Jadi suku, agama, ras, dan antargolongan orang boleh memperbaiki terus-menerus. Yang punya suku Sunda, memperbaiki kesundaannya yang baik supaya sejahtera. Suku Jawa, suku Sasak, suku apa pun," kata Jumhur. 

Menurut Jumhur, yang tidak boleh dilakukan adalah menindas dan menistakan atas nama SARA. Pandangan sinis atas nama SARA tidak boleh dilakukan.

"Nih salah satunya MMS berkhidmat untuk masyarakat Sunda. Mungkin beberapa yang masih ketinggalan dalam pembangunan. Kita sama-sama dorong supaya lebih merata dan maju. Jadi itu tujuannya baik sekali," ujar Jumhur.

Jumhur juga mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan. Selain itu, dia juga mengingatkan pentingnya kearifan lokal dalam pembangunan.

"Karena setiap pembangunan pemerataan pasti ada local wisdom yang dimanfaatkan. Pembangunan tanpa memanfaatkan local wisdom atau kearifan lokal itu akan apa hampa, tertinggal dan tercerabut dari akarnya," tutur Jumhur.

Editor : Abdul Basir

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network