CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Musim kemarau menyebabkan kerentanan tinggi terhadap terjadinya kebakaran akibat suhu udara panas disertai hembusan angin kencang.
Seperti yang terjadi pada lahan kosong di Jalan Ibu Ganirah RT 04/02, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Minggu (19/7/2026) sore.
Api berkobar sekitar pukul 16.00 WIB dan diduga akibat kelalaian warga yang membakar sampah, sehingga dengan cepat membesar karena hembusan angin kencang dan suhu udara cukup panas.
Berkaca dari kejadian tersebut, Pemkot Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup melarang seluruh warga melakukan pembakaran sampah di pekarangan rumah maupun lahan terbuka.
"Dilarang membakar sampah dalam bentuk apa pun. Sanksinya ada dan kami akan menindak tegas pelanggaran yang ditemukan di lapangan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, aturan ini tertulis jelas dalam Pasal 39 ayat (1) Peraturan Daerah Kota Cimahi Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah.
Sehingga larangan tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan landasan hukum yang tertuang dalam peraturan daerah, dengan ancaman sanksi bagi siapa saja yang melanggar.
Cuaca panas saat ini membuat kobaran api dari pembakaran sampah sangat cepat meluas, berisiko menyambar bangunan warga, semak belukar, hingga memicu kebakaran lahan yang lebih besar.
Selain bahaya kebakaran, pembakaran sampah juga merusak kesehatan dan kualitas udara. Asap yang dihasilkan mengandung karbon monoksida dan partikel halus yang bisa mengganggu pernapasan, serta memperparah penyakit asma.
"Kami akan menyebarkan surat edaran ke seluruh wilayah, mendorong warga melaporkan setiap temuan pembakaran sampah dan segera menurunkan tim penegakan hukum," ucapnya.
Sementara itu kebakaran pada lahan kosong milik warga bernama Dewi di Jalan Ibu Ganirah RT 04/02, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Minggu sore, membakar sekitar lahan seluas 450 meter persegi.
Berkat kesigapan petugas Damkar Cimahi api bisa dicegah merembet ke bangunan padat di sekitarnya. Seperti deretan kos-kosan, toko, dan kios.
Petugas juga mengevakuasi 20 warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi, hingga tidak ada korban luka berat maupun korban jiwa dalam insiden ini. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
