“Enggak hanya dari luar negeri, tapi dari luar provinsi juga bisa datang ke Kota Bandung. Jadi positif, mudah-mudahan wisata medis kita semakin meningkat,” katanya.
Ia menambahkan, secara umum fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Bandung sudah cukup lengkap. Namun, persoalan antrean masih menjadi salah satu tantangan, terutama untuk layanan dengan dokter spesialis maupun peralatan yang terbatas.
“Penyakit yang paling tinggi tetap jantung. Makanya manfaatkan cek kesehatan gratis ini supaya kita bisa tahu status kesehatan kita dan bisa prediksi 10 tahun ke depan jangan sampai harus ngantri di rumah sakit,” tuturnya.
Kompetisi Sehat untuk Kepercayaan Masyarakat
Deborah menekankan bahwa kehadiran fasilitas kesehatan dari Indonesia dan Malaysia dalam satu pameran tidak harus dilihat sebagai persaingan yang saling menjatuhkan.
Sebaliknya, kompetisi dapat menjadi dorongan bagi penyedia layanan kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
Ia mengutip semangat yang diusung dalam pertemuan terkait HTWF, yakni “Compete with respect, grow together.”
“Kita berkompetisi secara hormat dan berkembang bersama. Kita saling berkompetisi secara positif untuk membangun kepercayaan masyarakat bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia itu bisa dan berkualitas,” ujar Deborah.
HTWF 2026 berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 mulai pukul 10.00–22.00 WIB dan terbuka gratis untuk masyarakat umum.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
