Kolaborasi tersebut antara lain bermula pada 2023 melalui kerja sama Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB dengan PT Green Eco-Manufacture (GEM), yang kemudian berkembang dengan melibatkan Central South University (CSU), Tiongkok. Salah satu hasil konkretnya adalah pembangunan joint laboratory di ITB Kampus Jatinangor.
“Keberhasilan tersebut kemudian mendapat perhatian sebagai salah satu model kolaborasi internasional antara perguruan tinggi Indonesia, perguruan tinggi Tiongkok, dan industri. Kerja sama yang telah berjalan menjadi success story bagaimana universitas di Indonesia, universitas di Tiongkok, dan industri dapat bekerja bersama. Kami ingin model kolaborasi seperti ini dapat diperluas, termasuk dengan SANY,” lanjut Prof. Lavi.
Melalui kolaborasi dengan ITB, SANY berharap dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus menciptakan lebih banyak ruang bagi mahasiswa, akademisi,
peneliti, dan talenta profesional Indonesia untuk berkembang bersama ekosistem teknologi SANY. Kerja sama ini juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia, sekaligus mempererat hubungan akademik dan industri antara Indonesia dan Tiongkok.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
