Lebih dari 2.000 Peserta Ikut Bermain
Antusiasme masyarakat menjadi salah satu gambaran bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di tengah perkembangan teknologi dan semakin beragamnya pilihan hiburan anak.
Campaign, Experience, & CRM Manager 23 Paskal Shopping Center, Indra Pratama Wicaksono, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan permainan tradisional masih relevan untuk diperkenalkan kepada generasi muda.
“Antusiasme lebih dari 2.000 peserta menunjukkan bahwa permainan tradisional masih relevan, memiliki tempat dan daya tarik di tengah pilihan hiburan yang semakin beragam saat ini,” ujar Indra.
Menurutnya, Festival Bermain Anak tidak hanya ditujukan untuk mengejar jumlah pengunjung. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang interaksi antara anak, orang tua, keluarga, komunitas dan pelaku budaya.
“Melalui Festival Bermain Anak, 23 Paskal hadir bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang belajar bersama yang memungkinkan keluarga, komunitas, dan pelaku budaya saling terhubung,” katanya.
Selama festival berlangsung, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pagelaran tradisional, lomba Agustusan, Amazing Race, lomba mewarnai, peragaan busana, Tari Jaipong, Drama Musikal Barudak Nusantara, flashmob hingga workshop membuat dan menghias layang-layang.
Aktivitas tersebut membuat pengalaman bermain tidak berhenti pada permainan tradisional. Pengunjung juga diajak mengenal seni, budaya, kreativitas dan aktivitas kolaboratif.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
