Melalui ekosistem pembelajaran tersebut, mahasiswa didorong untuk bereksperimen, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat peluang dari berbagai permasalahan yang terdapat di sekitarnya. Kreativitas kemudian diperkuat dengan teknologi agar dapat berkembang menjadi produk, layanan, atau usaha yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat.
Direktur Kampus BINUS Bandung, Dr. Johan Muliadi Kerta, menyampaikan bahwa perkembangan AI membuka kesempatan yang semakin besar bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas menjadi inovasi dan peluang usaha berbasis teknologi.
“Bandung memiliki generasi muda dengan kreativitas dan keberanian bereksperimen yang sangat kuat. Melalui Program Artificial Intelligence di BINUS @Bandung, kami ingin membantu mahasiswa mengembangkan kreativitas tersebut menjadi inovasi berbasis teknologi yang memiliki nilai, dapat diterapkan, dan berpotensi menjadi peluang usaha,” ujar Dr. Johan.
Menurutnya, sebuah ide perlu didukung oleh kemampuan untuk memahami kebutuhan pasar, membangun solusi, dan menciptakan nilai bagi penggunanya. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan karya, tetapi juga didorong memiliki pola pikir entrepreneurship agar mampu membawa inovasi yang dikembangkan menuju penerapan yang lebih luas.
Dari sisi akademik, kurikulum Program Artificial Intelligence di BINUS University dirancang secara multidisiplin dengan mengombinasikan fondasi matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, hingga Internet of Things dan robotics.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
