BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – PT Bio Farma (Persero) terus memperluas kerja sama transfer teknologi vaksin dengan sejumlah perusahaan di berbagai negara. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong pemerataan kemampuan produksi vaksin, sehingga ketersediaan vaksin tidak bergantung pada satu negara atau satu produsen saja.
Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Shadiq Akasya mengatakan, Indonesia selama ini telah memperoleh pengetahuan dan teknologi dari berbagai produsen vaksin di luar negeri. Seiring berkembangnya kemampuan teknologi Bio Farma, perusahaan kini mulai melakukan transfer teknologi ke sejumlah negara.
“Kita sudah melakukan transfer teknologi ke India. Kita juga sekarang sedang dengan Senegal hingga Ghana. Harapannya kita bisa membawa diplomasi kesehatan, itulah visi besar yang akan kita lakukan,” kata Shadiq dalam diskusi di Kota Bandung, Rabu (16/9/2026).
Produksi Vaksin Tak Hanya Terpusat di Satu Negara
Menurut Shadiq, kemampuan memproduksi vaksin perlu tersebar di sejumlah negara. Hal ini penting untuk menjaga ketersediaan vaksin ketika terjadi persoalan produksi maupun kebutuhan yang meningkat di suatu negara.
Bio Farma sendiri telah memiliki kemampuan memproduksi sejumlah vaksin, di antaranya vaksin tetanus, difteri, hingga polio. Namun, menurut Shadiq, kapasitas produksi vaksin tertentu juga perlu dikembangkan di negara lain melalui kerja sama teknologi.
Salah satunya melalui kerja sama Bio Farma dengan perusahaan di India untuk produksi vaksin polio.
“Untuk di India ini vaksin polio. Jadi memang di dunia ini harus ada dua produsen lah untuk sebuah vaksin,” ujarnya.
Menurut dia, penyebaran kapasitas produksi tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan pasokan vaksin secara global.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
