Bukan Sesar Garsela, Ini Pemicu Rentetan Gempa di Kabupaten Bandung

Susana
Ilustrasi gempa. Foto: Ilustrasi/Pixabay

Menurutnya, kemunculan gempa swarm dapat berkaitan dengan proses pergeseran sesar. Selain itu, fenomena tersebut juga dapat berhubungan dengan dinamika lingkungan vulkanik maupun hidrotermal, tergantung kondisi tektonik di wilayah yang mengalami aktivitas.

Meski demikian, Daryono menegaskan bahwa kemunculan gempa swarm tidak secara otomatis berarti akan terjadi gempa besar.

Fenomena tersebut dapat mereda secara bertahap. Karena itu, pola aktivitas gempa perlu dipantau berdasarkan data seismologi secara berkelanjutan dan tidak hanya dilihat dari jumlah kejadian gempa.

"Fenomena gempa swarm tidak selalu berarti aktivitas gempa akan terus membesar. Sebagian dari rangkaian pada fenomena gempa swarm dapat mereda secara bertahap," katanya.

Daryono menambahkan, pemantauan secara terus-menerus diperlukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas seismik di wilayah Kabupaten Bandung.



Editor : Rizal Fadillah

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network