Dari Pencatatan hingga Modal, Ini Langkah Baru HIPMI Jabar Bantu Pengusaha Naik Kelas

Mulki Albar
Muhammad Reza Alkhawarismi telah dilantik sebagai Ketua Kompartemen Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan BPD HIPMI Jawa Barat periode 2025–2028. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Muhammad Reza Alkhawarismi telah dilantik sebagai Ketua Kompartemen Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan BPD HIPMI Jawa Barat periode 2025–2028. Setelah rangkaian program kompartemen disahkan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda), salah satu pekerjaan periode ini adalah membawa agenda tersebut ke jaringan Badan Pengurus Cabang (BPC) di berbagai kabupaten dan kota. Jaringan cabang menjadi saluran pelaksanaan untuk program pencatatan, literasi, proposal bisnis, perbankan, koneksi pendanaan, dan inkubasi.

Jaringan BPC mencakup kabupaten dan kota dengan karakter usaha yang tidak sama. Ada wilayah yang kuat pada agribisnis, konstruksi, manufaktur, perdagangan, pariwisata, jasa, atau ekonomi kreatif. Variasi tersebut membuat contoh kasus yang dibawa anggota ke forum organisasi berasal dari pola transaksi, skala usaha, dan kebutuhan yang berbeda.

Semangat Maju Babarengan di bawah kepemimpinan Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat Radityo Egi Pratama menjadi konteks bagi arah tersebut. Gagasannya mendorong pengusaha muda bertumbuh bersama organisasi sekaligus memperluas kontribusi menuju Indonesia Emas 2045. Dalam jalur BPC-BPD, semangat itu diterjemahkan menjadi pertukaran kebutuhan dari daerah dan dukungan yang dapat dibawa kembali dari tingkat provinsi.

“Kami melihat BPC sebagai kekuatan utama HIPMI Jawa Barat karena mereka berada paling dekat dengan pengusaha. Yang ingin kami bangun adalah hubungan yang semakin kuat antara pengetahuan lokal di BPC dan sumber daya yang tersedia di tingkat provinsi. Ketika satu cabang memiliki pengalaman bagus dalam mengelola usaha agribisnis, konstruksi, manufaktur, perdagangan, pariwisata, atau ekonomi kreatif, pengalaman itu bisa menjadi pembelajaran bagi cabang lain. Sebaliknya, ketika BPD memiliki akses ke praktisi, perbankan, lembaga keuangan, atau materi yang dibutuhkan anggota, akses itu dapat dibawa lebih dekat ke BPC. Dengan cara seperti ini, HIPMI Jabar tumbuh sebagai jaringan yang saling menguatkan,” kata Reza.

Rangkaian program Kompartemen Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan telah menjadi bagian dari keputusan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) HIPMI Jawa Barat. Fondasinya meliputi pelatihan akuntansi dasar, penyediaan sistem pencatatan sederhana, pelatihan penggunaan perangkat lunak keuangan, pengembangan sistem pencatatan keuangan yang layak secara akuntansi, literasi keuangan, serta literasi keuangan untuk anggota BPC. Dasar ini membantu anggota di berbagai daerah semakin mampu membaca kondisi usaha dan menyiapkan pertumbuhan dengan lebih terarah.

Fondasi itu dilanjutkan dengan pelatihan proposal bisnis, forum diskusi dengan perbankan, kerja sama dengan lembaga keuangan, serta kerja sama dengan perbankan dan koneksi pendanaan. Anggota membawa kebutuhan nyata dari daerah, sementara Kompartemen membantu menghubungkannya dengan pengetahuan, narasumber, dan akses yang relevan. Dengan begitu, jalur penguatan bergerak dari kesiapan internal perusahaan sampai kemampuan menjelaskan kebutuhan usaha kepada pihak eksternal.

Program inkubasi bisnis melengkapi jalur tersebut dengan ruang untuk mematangkan model usaha dan kesiapan eksekusi. Inisiatif bisnis model Shark Tank termasuk Program MBG dan bisnis lain yang potensial menjadi salah satu ruang untuk menguji kesiapan gagasan dan memperluas jaringan. BPC membawa potensi dari daerah, sedangkan BPD membantu memperbesar cakupan pembelajaran dan aksesnya di tingkat Jawa Barat.

Reza membawa perjalanan panjang di HIPMI untuk membangun hubungan dua arah antara BPD dan BPC. Ia tumbuh dari HIPMI Perguruan Tinggi Universitas Padjadjaran sejak 2011, melanjutkan peran di BPD HIPMI PT Jawa Barat, kemudian memimpin Kompartemen Investasi UMKM dan menjadi Wakil Bendahara Umum pada periode 2020–2024. Kini, sebagai Ketua Kompartemen Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan 2025–2028, pengalaman tersebut dipakai untuk menghubungkan kebutuhan yang muncul di cabang dengan sumber daya yang tersedia di tingkat provinsi.

Bekal profesional Reza terdiri dari Manajemen Bisnis Universitas Padjadjaran, aktivitas di Financial Market Community FEB Unpad, Certified Investment Banker (CIB), Certified Securities Analyst (CSA), Certified Technical Analyst (CTA), Wakil Manajer Investasi (WMI), dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE). Dalam konteks tersebut, kompetensi tersebut relevan untuk menjaga standar kualitas ketika program bergerak lintas BPC. Materinya boleh menyesuaikan sektor daerah, tetapi prinsip membaca laporan, struktur modal, risiko, dinamika pasar, pengelolaan investasi, dan kualitas informasi tetap mempunyai dasar yang sama.

Pengalaman Reza sebagai President Director PT Alkhawarismi Venture Capital Investment memberi gambaran tentang jalur layanan yang terhubung. Holding company tersebut menaungi Alkhawarismi Group, sementara Alkhawarismi Corporate Services menaungi Alkhawarismi Accounting & Tax, UrusLegal, dan DiliputMedia. Dalam konteks BPC se-Jawa Barat, struktur ini menjadi contoh bahwa kebutuhan usaha sering bergerak berurutan dari pencatatan, legalitas, dan komunikasi menuju pembiayaan serta ekspansi. Kompartemen dapat memakai cara berpikir serupa tanpa harus menyeragamkan kebutuhan setiap cabang.

Reza juga menjabat Komisaris Utama PT Nano Mega Industries (NMI), yang bergerak pada pelatihan kerja, pemagangan, pengelolaan SDM, alih daya, dan penyediaan tenaga kerja. Dalam jalur penguatan BPC, perspektif NMI mengisi sisi manusia yang sering muncul setelah usaha mendapat pasar atau modal. Cabang dapat membawa kebutuhan tenaga dari daerah, sementara jaringan provinsi membantu mempertemukan pengalaman, pelatihan, dan sumber daya yang relevan.

Pada sisi investasi, Reza merupakan Chief Executive Officer (CEO) PT Modal Saham Asia Investama atau ModalSaham, perusahaan private equity. Pengalaman membaca kebutuhan modal memberi satu mata rantai tambahan pada jalur BPC-BPD: setelah pencatatan dan proposal semakin rapi, anggota dapat lebih siap berdiskusi dengan perbankan, lembaga keuangan, atau sumber pendanaan lain. Dalam jalur BPC-BPD, ModalSaham berfungsi sebagai perspektif mengenai kesiapan akses modal, bukan sebagai promosi program pembiayaan tertentu.

"Kompartemen perlu menjaga dua hal sekaligus: mutu dasar program dan relevansi penerapannya. Materi pencatatan, proposal, atau pembiayaan harus mempunyai standar yang cukup kuat untuk digunakan di seluruh Jawa Barat, tetapi contoh kasus dan cara pembahasannya harus bisa mengikuti karakter anggota di setiap BPC. Kami ingin cabang tidak hanya menerima agenda dari provinsi, melainkan ikut memberi konteks agar materi benar-benar dapat dipakai di daerahnya," sambung Reza.

Dalam penerapannya, satu tema dapat menghasilkan kebutuhan berbeda antar-BPC. Wilayah agribisnis dapat memerlukan perhatian pada musim, persediaan, dan siklus pembayaran. Kawasan manufaktur dapat lebih banyak berbicara tentang kapasitas produksi dan bahan baku. Daerah dengan ekonomi kreatif dapat menaruh perhatian pada kontrak, biaya proyek, dan perluasan pasar. Keunggulan HIPMI Jabar terletak pada variasi pengalaman itu berada dalam satu jaringan organisasi, sehingga praktik yang bermanfaat dapat dibagikan tanpa menghilangkan karakter masing-masing daerah.

Jaringan BPC juga memberi Kompartemen bahan untuk melihat kebutuhan yang muncul berulang di banyak wilayah. Informasi tersebut dapat dipakai untuk menentukan prioritas materi, memilih narasumber, atau menyiapkan bentuk dukungan yang lebih sesuai. Fungsi ini berbeda dari berbagi studi kasus: fokusnya adalah membaca pola permintaan program agar sumber daya BPD diarahkan ke kebutuhan yang paling sering muncul. Pembacaan pola tersebut membantu membedakan kebutuhan yang layak ditangani bersama di tingkat provinsi dengan kebutuhan yang lebih tepat diselesaikan di tingkat cabang. Dengan pembagian itu, sumber daya organisasi dapat diarahkan tanpa menghilangkan ruang bagi BPC untuk menangani karakter usahanya sendiri.

Satu hasil program juga dapat menjadi bahan bagi program berikutnya. Pencatatan yang lebih tertib memberi angka untuk menyusun proposal bisnis, proposal yang lebih jelas dapat dibawa ke forum perbankan atau koneksi pendanaan, dan masukan dari pertemuan eksternal dapat digunakan untuk memperbaiki rencana usaha. Keterhubungan tersebut membuat manfaat program dapat diteruskan tanpa mewajibkan semua anggota mengikuti jalur yang sama.

"Yang ingin kami hadirkan di tingkat anggota adalah akses yang semakin mudah digunakan. Ketika ada kebutuhan, anggota tahu jalur mana yang bisa dihubungi, program apa yang relevan, dan dukungan apa yang bisa dicari melalui BPC maupun jaringan provinsi. Jadi ukuran manfaatnya bukan sekadar seberapa luas jaringan kita, tetapi seberapa cepat jaringan itu membantu anggota menemukan langkah berikutnya. Kalau itu berjalan, BPC akan terasa dekat dan BPD akan terasa berguna dalam keputusan usaha sehari-hari," tutup Reza.

Editor : Rizal Fadillah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network