Prof Mustika Minta KORMI Kota Bandung Belajar dari Dinamika Sebelumnya
Prof. Ibo juga meminta kepengurusan baru menjadikan dinamika yang terjadi sebelumnya sebagai bahan evaluasi.
Menurut dia, pengalaman tersebut semestinya menjadi pelajaran agar persoalan internal yang pernah mengganggu jalannya organisasi tidak kembali terjadi.
"Kita harus belajar dari yang sudah-sudah. Jangan sampai organisasi ini kembali goyah karena persoalan yang sama," ujarnya.
Ia berharap energi pengurus KORMI Kota Bandung tidak kembali tersita untuk persoalan internal. Setelah Muskotlub selesai, pekerjaan rumah organisasi dinilai lebih penting untuk segera ditangani.
"Energi organisasi jangan habis untuk hal-hal yang tidak produktif. Sudah cukup. Sekarang saatnya kerja," tegasnya.
Pengurus KORMI Diminta Tidak Gemuk
Salah satu pesan utama Prof. Ibo kepada kepengurusan baru adalah mengenai komposisi pengurus.
Ia berharap formatur tidak menjadikan kepengurusan sebagai ruang untuk mengakomodasi sebanyak mungkin pihak. Menurutnya, struktur yang efektif justru membutuhkan orang-orang yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk bekerja.
"Pengurus jangan gemuk. Tim yang mau kerja saja, pilih dari setiap Inorga yang di lapangan aktif," ujarnya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
