Refleksi Pemilu di KPU Kota Bandung, Anas Urbaningrum Ingatkan Pentingnya Independensi Penyelenggara

Rizal Fadillah
Mantan Komisioner KPU RI periode 2001–2005, Anas Urbaningrum saat menghadiri dialog buku bertajuk "Pemilu Orang Biasa: Publik Bertanya, Anas Menjawab" di Aula KPU Kota Bandung. (Foto: Mulki Albar)

"Pemilu-pemilu pasca Orde Baru itu ada bagian-bagian yang kalau diteliti di masa itu sudah bagus. Nah, poinnya adalah yang bagus-bagus itu jangan ditinggalkan. Yang kurang-kurang diperbaiki sesuai dengan perkembangan keadaan baru. Dengan begitu maka proses pemilu dan segala perangkatnya bisa menjadi dasar sekaligus sebagai kontributor bagi pertumbuhan demokrasi kita," tuturnya.

Menjawab tantangan demokrasi saat ini, Anas menyoroti tiga pilar utama yang dinilai masih memerlukan pembenahan berkelanjutan. Pertama adalah independensi penyelenggara Pemilu (KPU).

Anas menekankan pentingnya menjaga kemandirian KPU dari segala bentuk intervensi politik.

"Satu adalah penyelenggaranya. Perintah konstitusi, KPU itu adalah KPU yang mandiri dan independen. Jadi semua pihak yang berkepentingan mesti respect dengan prinsip ini. Jangan diganggu-ganggu independensi KPU ini. Kadang-kadang kan ada intervensi atau minat untuk mengurangi independensi KPU," tegasnya.

Kedua adalah kapasitas dan kesadaran politik masyarakat. Menurutnya, kunci pemilu yang demokratis berada di tangan rakyat yang memiliki kesadaran dan kapasitas politik tinggi.

Editor : Rizal Fadillah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network