Kecelakaan di Babakan Ciparay Bandung, Pejalan Kaki Tewas dan Pemotor Luka Berat

Susana
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Kamis malam, 15 Oktober 2026. Seorang pejalan kaki tanpa identitas meninggal dunia setelah tertabrak sepeda motor di depan bangunan nomor 181, kawasan pool bus Primajasa, sekitar pukul 21.14 WIB.

Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry Adi Perdana, membenarkan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor dan seorang pejalan kaki tersebut.

Menurut Fiekry, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Vario bernomor polisi D 5978 AEA melaju dari arah barat menuju timur. Kendaraan tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum tiba di lokasi kejadian.

"Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan dari para saksi, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario bernomor polisi D 5978 AEA melaju kencang dari arah barat menuju ke arah timur," kata Fiekry di Bandung, Jumat, 16 Oktober 2026.

Kronologi Kecelakaan di Babakan Ciparay

Setibanya di lokasi kejadian, pengendara motor berinisial AFP (20) diduga tidak mampu mengantisipasi situasi lalu lintas. Sepeda motor yang dikendarainya kemudian menabrak seorang pria tanpa identitas atau Mr. X yang sedang menyeberang jalan dari arah selatan menuju utara.

Benturan keras menyebabkan pejalan kaki tersebut mengalami luka parah hingga meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara itu, AFP yang tercatat sebagai warga Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, mengalami luka berat akibat terjatuh dari sepeda motornya.

Petugas kepolisian kemudian mengevakuasi kedua korban ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung. Jenazah pejalan kaki yang meninggal dunia telah dibawa ke instalasi forensik untuk proses lebih lanjut.

"Kedua korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka berat, langsung dievakuasi oleh petugas ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung. Jenazah korban meninggal saat ini telah berada di instalasi forensik," tutur Fiekry.

Polisi Selidiki Kecelakaan Maut di Jalan Soekarno-Hatta

Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan yang menewaskan pejalan kaki tanpa identitas tersebut. Berdasarkan keterangan awal, kondisi jalan di lokasi kejadian dinilai cukup baik untuk dilalui kendaraan.

Jalan tersebut memiliki lebar sekitar 12 meter, permukaan aspal kering, kontur lurus, serta marka jalan yang terlihat jelas. Cuaca saat kejadian juga dilaporkan cerah dengan arus lalu lintas yang relatif lancar.

Meski kondisi jalan dinilai memadai, polisi menduga faktor manusia menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan. Pengendara diduga memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi sehingga tidak mampu mengantisipasi keberadaan pejalan kaki yang menyeberang.

"Faktor utama penyebab kecelakaan diduga kuat berasal dari kelalaian pengendara (faktor manusia) yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi sehingga kehilangan kendali," ujar Fiekry.

Hingga Jumat, 16 Oktober 2026, Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.

Polisi juga berupaya mengungkap identitas pejalan kaki yang meninggal dunia. Sementara itu, sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan telah diamankan sebagai barang bukti.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1 juta.



Editor : Rizal Fadillah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network