Hubungan Harmonis Berpeluang Dimiliki Keluarga Muda yang Punya Rumah Sendiri

Rizal Fadillah
.
Senin, 19 September 2022 | 16:00 WIB
Dokter Boyke saat hadir dalam talkshow Festival Investasi Properti 53 Tahun Agung Podomoro. (Foto: Ist)

JAKARTA, INEWSBANDUNGRAYA - Keluarga muda yang memiliki rumah sendiri dinilai berpeluang memiliki hubungan lebih harmonis dibanding keluarga muda yang tinggal bersama mertua.

Begitu disampaikan dokter dan seksolog asal Indonesia, Boyke Dian Nugraha dalam talkshow Festival Investasi Properti 53 Tahun Agung Podomoro bertema 'build a harmonious family in your first new home' di Central Park Mall Jakarta dalam peluncuran klaster Patragriya Podomoro Park, Sabtu (17/09/22).

Diakui dokter Boyke, jika dirinya sering menemukan kasus-kasus permasalahan keharmonisan keluarga dipicu dari hubungan antara pasangan baru dan mertuanya yang tinggal dalam satu atap.

Menurutnya, jika terdapat hubungan antara tingkat keharmonisan keluarga dengan kepemilikan rumah sendiri.

"Banyak datang ke saya, kasus keluhan pasangan yang tinggal dengan mertua, mengalami stres, misal pasangan yang masih merintis untuk punya anak ditanya terus kok belum hamil, bahkan ada yang ditanya sudah pakai pembalut berapa banyak bulan ini," jelas Boyke.

Dokter Boyke menilai, tingkat stres yang tinggi akibat tekanan hebat dari mertua/keluarga justru menyebabkan pasangan muda sulit untuk memiliki anak. Karenanya, pasangan yang memiliki rumah sendiri berpeluang memiliki keharmonisan yang lebih baik.

"Rumah juga membuat pasangan lebih PD (percaya diri), keong aja punya rumah jadi kalo kita kerja ada yang ditungguin, kalo kita masih tinggal dengan mertua yaitu tadi, jadi kita harus paksa untuk punya rumah," katanya.

Dalam talk show tersebut, turut hadir Marketing Manager Podomoro Park Bandung, Dipa Teguh yang turut mengungkap data mengenai kesadaran pasangan muda dalam membeli hunian.

"Setuju dengan dokter Boyke, bahwa pasangan muda jangan terlena dengan istilahnya pondok mertua indah ya gitu. Tapi tidak sedikit sekarang yang sudah aware kepemilikan rumah, keberhasilan klaster kami sebelumnya dengan pangsa pasar milenial, 50 persen didominasi oleh pasangan muda yang rentang usianya 21-41 tahun, sisanya usia produktif menuju pensiun," tutur Dipa.

Menurut Dipa, hal menarik yang perlu di perdalam adalah cara bayar pasangan muda. Dari 400 unit yang terjual di klaster Padmagriya (total 1.600 unit sold di Podomoro Park) dengan target pangsa pasar pasangan muda, sekitar 77% dengan menggunakan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) mulai dari perbankan konvensional hingga syariah. 

"Jadi tidak ada alasan pasangan muda untuk tidak beli rumah, saat ini kesempatan KPR sangat dipermudah bunga yang rendah di bawah 5 persen, stimulus pemerintah, promo menarik dari kami sebagai developer, dan yang terpenting kenaikan investasi," katanya. 

Dalam talk show ini, Podomoro Park melakukan soft opening peluncuran klaster terbaru Patragriya yang dikhususkan untuk pembeli rumah pertama. Dengan jargon Your first new home, Patragriya akan resmi dirilis pada 25 September mendatang.

Memiliki konsep modern tropical, rumah ini memiliki facad modern dengan mengedepankan unsur motif kayu, batu alam dan kaca. Layaknya hunian yang trend saat ini, rumah satu lantai ini tampak seperti dua lantai lantaran memiliki ceiling tinggi.

Sales Manager Podomoro Park, Tomas Tandy menyebut, pihaknya telah melakukan riset kuat untuk kebutuhan hunian pasangan muda.

"Keluarga muda punya sifat yang modern, dan yang mereka prioritaskan adalah fasilitas kawasan untuk menghindari stres, makannya fokus kami juga membangun environment yang mendukung hal itu, seperti 5 unsur alam kami, danau, udara, view pegunungan, pepohonan, dan 50% kawasan hijau," ungkap Tomas.

Tomas mengungkapkan, saat ini pihaknya terus mengakomodasi tingginya minat pasar dan kebutuhan masyarakat terutama dalam menghadirkan hunian yang relevan dengan pasangan muda.

Keberhasilan penyerapan 400 unit di klaster khusus pangsa pasar milenial sebelumnya klaster Padmagriya juga menjadi dorongan untuk melaunching klaster Patragriya.

Editor : Rizal Fadillah
Bagikan Artikel Ini