Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dorong UMKM Naik Kelas, Wali Kota Bandung Tekankan Pentingnya Ekosistem Pembiayaan
Advertisement . Scroll to see content

Menilik Sejarah Syiar Islam dan Gugurnya 200 Pejuang di Masjid Pesantren Cijawura Bandung

Rabu, 29 Maret 2023 | 10:10 WIB
  • author Rizal Fadillah
Menilik Sejarah Syiar Islam dan Gugurnya 200 Pejuang di Masjid Pesantren Cijawura Bandung
Masjid Pesantren Cijawura. (Foto: bandung.go.id)

"Abah memilih mantu yang juga ia percayai memegang amanah tersebut. Terpilihlah K.H.R.M Burhan untuk menjalankan dakwah di Cijawura," ungkapnya.

Tak berhenti sampai di situ, Abah Abdul juga ingin mendirikan pesantren. Maka dari itu, pada tahun 1930 didirikanlah pesantren bersamaan dengan membangun masjid.

"Sifatnya inklusif, siapapun bisa masuk ke masjid ini. Maka dari itu, nama masjid ini pun sengaja dipilih dengan bahasa setempat yakni Masjid Pesantren Cijawura," katanya.

Menurut Asep, dijadikannya nama daerah sebagai nama masjid dan pesantren bertujuan agar orang bisa merasa lebih dekat, mudah diingat, dan mudah dikenal.

Kemudian, pada tahun 1945, pondok pesantren ini menjadi basis atau posko pertahanan para pejuang dalam rangka mempertahankan Republik Indonesia.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut