Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gandeng Kemkomdigi di Istana Merdeka, AKKSI Jabar Ajak Kreator Konten Kawal Program Sekolah Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

Meski Kasus Tergolong Tinggi, TBC di Jabar Belum Ditetapkan KLB

Sabtu, 10 Juni 2023 | 13:49 WIB
  • author Rizal Fadillah
Meski Kasus Tergolong Tinggi, TBC di Jabar Belum Ditetapkan KLB
Meski Kasus Tergolong Tinggi, TBC di Jabar Belum Ditetapkan KLB. (Foto: Ilustrasi/Getty Images)

Rochady menilai, penanganan TBC sendiri tergolong panjang. Selain itu, perawatannya juga tidak bisa dianggap gampang.

Sebab menurutnya, obat-obatan yang dikonsumsi penderita TBC tergolong mahal. Belum lagi soal penularan penyakit ini yang sangat berbahaya. 

"Ini kan menjadi permasalahan sebetulnya, dimana pengobatannya akan lebih lama selama 6 bulan. Teru kalau menular ke anak-anak seperti apa TBC ini," jelasnya.

Rochady menjelasnya, obat TBC itu ada beberapa macam, dua diantaranya ada penderita sensitif obat dan resistance obat. Dijelaskannya, untuk resistance obat ini tidak bisa pakai obat-obat bisa.

"Itu obat mahal, itu satu kali pengobatan bisa sampai Rp250 juta. Satu hari rata-rata obat yang diminum sekitar Rp14 juta. Kalau misalnya itu menjadi dibiayai oleh APBD kayanya APBD juga bisa kehabisan," terangnya.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut