Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dari Cianjur 1834 hingga Lokatmala Living Heritage 2026: Merawat Ingatan, Menghidupkan Warisan
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Hari Raya Nyepi, Perayaan Keagamaan Umat Hindu Sambut Tahun Baru Saka

Senin, 11 Maret 2024 | 11:06 WIB
  • author Rizal Fadillah
Sejarah Hari Raya Nyepi, Perayaan Keagamaan Umat Hindu Sambut Tahun Baru Saka
Hari Raya Nyepi. (Foto: The Guardian)

4. Nyepi (Sipeng)

Dilakukan dengan melaksanakan catur brata penyepian (amati karya, amati geni, amati lelungan dan amati lelanguan).

5. Ngembak Geni.

Mulai dengan aktivitas baru yang didahului dengan mesima krama di lingkungan keluarga, warga terdekat (tetangga) dan dalam ruang yang lebih luas diadakan acara Dharma Santi seperti saat ini.

Yadnya dilaksanakan karena kita ingin mencapai kebenaran. Dalam Yajur Weda XIX. 30 dinyatakan : Pratena diksam apnoti, diksaya apnoti daksina. Daksina sradham apnoti, sraddhaya satyam apyate.

Artinya : Melalui pengabdian/yadnya kita memperoleh kesucian, dengan kesucian kita mendapat kemuliaan. Dengan kemuliaan kita mendapat kehormatan, dan dengan kehormatan kita memperoleh kebenaran.

Sesungguhnya seluruh rangkaian Nyepi dalam rangka memperingati pergantian tahun baru saka itu adalah sebuah dialog spiritual yang dilakukan oleh umat Hindu agar kehidupan ini selalu seimbang dan harmonis serta sejahtera dan damai.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut