Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Wisata Edukasi yang Cocok untuk Liburan Keluarga, Tiga Lokasi di Kota Baru Parahyangan
Advertisement . Scroll to see content

Observatorium Bosscha ITB Pantau Hilal Awal Ramadan 1446 Hijriah, Ini Hasilnya

Jum'at, 28 Februari 2025 | 17:20 WIB
  • author Agus Warsudi
Observatorium Bosscha ITB Pantau Hilal Awal Ramadan 1446 Hijriah, Ini Hasilnya
Pemantauan hilal. (Foto: iNews.id/dok)

Pengamatan di Lembang dilakukan menggunakan teleskop refraktor berdiameter 66 mm, sementara di Kota Sabang digunakan teleskop refraktor berdiameter 106 mm. 

Kedua teleskop ini dilengkapi dengan detektor kamera berbasis CMOS (Complementary Metal-Oxide Semiconductor). Citra yang diperoleh kemudian diproses menggunakan perangkat lunak pengolahan citra yang dikembangkan secara mandiri oleh peneliti di Observatorium Bosscha untuk meningkatkan kualitas tampilan sabit bulan.

Berdasarkan hasil perhitungan peneliti Observatorium Bosscha, data hilal Ramadhan 1446 H menunjukkan bahwa di Indonesia, elongasi Bulan dan Matahari dalam geosentrik berkisar antara 4,8°-6,4°, sementara dalam toposentrik berkisar antara 3,8°-5,4°. Ketinggian Bulan saat pengamatan berkisar antara 3,0°-4,5°.

Di Indonesia, penentuan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan, merupakan kewenangan pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama. Sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1446 H dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari 2025.

Sebagai lembaga penelitian, Observatorium Bosscha bertugas menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan penelitian terkait hilal kepada pihak yang berwenang, sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat. 

Editor: Agus Warsudi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut