Belasan Hektare Kebun Teh Malabar Dibabat! Rajiv Minta Polisi Ungkap Dalangnya
Hasil pemeriksaan menunjukkan kerusakan serius di tiga blok lahan:
Blok Bojong Waru, Kampung Bojong Waru: sekitar 5 hektare tanaman teh rusak dengan batang dipotong dari pangkal.
Blok Cipicung I, Kampung Babakan Tirtasari: kerusakan lebih parah, mencapai lebih dari 8 hektare.
Blok Cipicung II, Kampung Sukatinggal: sekitar 1 hektare tanaman teh ikut hancur.
Seorang petugas PTPN VIII yang enggan disebut namanya mengungkap bahwa pola perusakan ini bukan kejadian spontan.
“Banyak bekas potongan rapi. Ini bukan kerja satu-dua orang. Aksi dilakukan malam hari, berbulan-bulan, diam-diam, dan jelas terencana,” ujarnya.
Diduga Ada Kepentingan Besar di Balik Perusakan
Berdasarkan pola kerusakan, Rajiv menduga kuat adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai para pelaku.
“Ini jelas ada tujuan jangka panjang. Apakah itu penguasaan lahan, perubahan fungsi lahan, atau kepentingan bisnis tertentu. Jika diperlukan, saya bawa ini ke rapat dengan Kementerian BUMN,” katanya.
Ia juga meminta agar pemeriksaan lintas lembaga tidak berhenti pada formalitas.
“Saya ingin hasil nyata. Negara tidak boleh kalah oleh pihak-pihak yang mencoba menguasai lahan BUMN secara ilegal,” tuturnya.
Editor : Rizal Fadillah