Farhan Dominasi Kebijakan, Kuasa Hukum Tegaskan Erwin Tak Dilibatkan dalam Rotasi dan Mutasi
Rohman juga menyoroti isi percakapan dalam grup WhatsApp bernama Pendopo, yang anggotanya antara lain Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Erwin, dan Rendiana Awangga. Dari percakapan itu terlihat bahwa semua kebijakan strategis, termasuk rotasi dan mutasi jabatan, berada sepenuhnya di tangan Wali Kota.
“Dari chat itu justru terlihat kewenangan Pak Erwin sangat terbatas sebagai wakil wali kota. Semua keputusan strategis ada pada wali kota,” ungkap Rohman.
Menurut Rohman, penetapan Erwin sebagai tersangka memberi dampak psikologis signifikan karena hingga kini kliennya tidak mengetahui kesalahan spesifik yang dituduhkan.
"Ya jelas lah, ketika sudah diterapkan tersangka, kemudian ingin mengetahui apa yang menjadi kesalahannya, kan ternyata kesalahannya tidak ada," tambahnya.
Rohman mendesak Kejaksaan Negeri Bandung untuk segera memanggil Wali Kota Farhan agar peran masing-masing pihak dalam pengambilan keputusan dapat diperjelas.
Editor : Agung Bakti Sarasa