8 Rekomendasi Kuliner Bandung dengan Konsep Unik yang Sedang Jadi Favorit
Mengusung konsep ramah keluarga, Hakuna Matata membuka cabangnya di Jalan Ciliwung, Cihapit. Tempat ini menawarkan suasana hangat dengan sentuhan estetik, lengkap dengan area bermain anak yang membuat orang tua bisa bersantap lebih santai.
Menu yang disajikan mengarah ke comfort food dengan pendekatan modern. Ramen laksa dengan kuah kaya rasa menjadi salah satu pilihan unik, begitu pula ayam goreng basah yang gurih. Cheesecake-nya hadir sebagai penutup yang lembut dan memuaskan, cocok untuk dinikmati bersama keluarga tercinta.
Habitaas di kawasan Talaga Bodas tampil dengan konsep yang jarang ditemui: ruang makan di dalam perpustakaan mini. Nuansanya sunyi, hangat, dan artistik—ideal untuk bekerja, membaca, atau berbincang pelan tanpa hiruk pikuk.
Menu Asia modernnya menawarkan kombinasi rasa yang berani, seperti salmon lodeh yang menyatukan teknik Barat dengan rempah Nusantara, serta dongpo beef belly yang empuk dan kaya rasa. Ditemani hotteok hangat, suasana di sini terasa begitu menenangkan hingga membuat waktu berjalan lebih lambat.
Bagi yang rindu suasana pedesaan, RM Abah Harja di kawasan Halimun menghadirkan pengalaman bersantap bernuansa alam. Restoran ini mengusung konsep farm-to-table dengan bahan baku yang berasal dari sawah dan peternakan milik sendiri.
Ayam bekakak yang dimarinasi rempah dan dipanggang perlahan menjadi menu andalan, disajikan bersama nasi liwet hangat dari beras giling sendiri. Duduk menghadap sawah sambil menikmati sambal khas dan hembusan angin sejuk terasa seperti pulang ke kampung halaman.
Makio Sushi Bar di Rasamala, Cihapit, menjadi pilihan aman dan nyaman bagi pencinta sushi. Dengan komitmen tanpa babi, lemak babi, maupun mirin, restoran ini tetap menjaga cita rasa Jepang yang autentik.
Salmon segar dengan tekstur lembut menjadi bintang utama, baik dalam bentuk nigiri, inari, maupun volcano sushi yang creamy. Meski ruangannya tidak besar, pelayanan yang ramah membuat pengalaman makan terasa hangat dan personal.
Editor : Agung Bakti Sarasa