Miliki 159 Daya Tarik Wisata, Kunjungan Wisatawan ke KBB Tahun Lalu Naik
BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) merupakan salah satu daerah wisata di Jawa Barat.
Beragam objek wisata tersebar di KBB, seperti wisata alam, wisata buatan, hingga wisata kuliner, yang membuat setiap tahunnya selalu banyak wisatawan berkunjung.
"Dari data kami, di Bandung Barat tercatat ada sebanyak 159 daya tarik wisata (DTW) yang jadi kunjungan wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Asep Dendih, Rabu (21/1/2026).
Ia merinci dari total DTW tersebut terdiri dari 91 wisata alam, 19 titik wisata budaya dan 49 titik wisata buatan yang tersebar dari utara hingga selatan KBB.
Selain itu ada juga 287 restoran atau rumah makan dan 307 fasilitas akomodasi, baik hotel, resort, maupun vila serta 158 atraksi.
Terkait kunjungan wisatawan, Asep menyebutkan sepanjang tahun 2025 total ada 3.885.070 wisatawan yang datang ke berbagai objek wisata di KBB. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya 3.435.438 wisatawan.
"Jumlah kunjungan tahun 2025 trennya naik dibandingkan tahun sebelumnya. Ini tentunya capaian yang sangat positif terutama di libur Natal dan Tahun Baru," ucapnya.
Jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 itu terperinci di Januari sebanyak 411.771 orang, Februari 236.401, Maret 94.873, April 415.876, Mei 334.532, Juni 376.096.
Kemudian Juli 398.939, Agustus 281.244, September 273.347, Oktober 267.595, November 319.640, dan Desember 474.757 wisatawan.
"Melihat data tahun 2025 memang paling tinggi itu saat momen libur peak season seperti akhir tahun lalu," ucapnya.
Kepala Bidang Pariwisata, Disparbud KBB David Oot menambahkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisata sepanjang tahun 2025.
Di antaranya dari aksesibilitas, amenitas dan atraksi wisata yang terus mengalami peningkatan kualitas.
"Pelaku usaha wisata juga selalu berusaha untuk menyuguhkan wahana wisata terbarunya sehingga memambah daya tarik destinasi yang dikelolanya dengan menambahkan unsur edukasi serta kreatifitas yang menyebabkan wisatawan tertarik untuk berkunjung," kata David.
Kolaborasi pemerintah daerah dengan seluruh pelaku usaha atau stakehorders kepariwisataan yang berkomitmen untuk memberikan pelayan terbaik bagi pengunjung menjadi faktor lain meningkatkan kunjungan wisatawan.
"Makanya proses recalling bisa terwujud dimana kita selaku pengelola berharap kunjungan bisa berlaku secara berkelanjutan. Serta tidak terfokus di wilayah Utara seperti Lembang, Parongpong dan Cisarua saja," tandasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana