Polres Cimahi Siap Amankan Jalur Mudik, Kebijakan WFA Diprediksi Pengaruhi Gelombang Pemudik
CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Polres Cimahi melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat "Ketupat Lodaya 2026", Kamis (12/3/2026).
Apel yang digelar di halaman Gedung Pelayanan BPKB Mapolres Cimahi ini dalam rangka pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 H/2026 dan dihadiri oleh Forkopimda Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
"Apel gelar pasukan ini sebagai bentuk kesiapan untuk menghadapi libur Lebaran, harapannya mudik aman, keluarga bahagia," kata Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra usai gelar pasukan.
Niko mengatakan, jajarannya siap menerima gelombang mudik, termasuk fase pertama yang diperkirakan mulai Jumat sore atau Sabtu pagi akhir pekan ini.
Mengingat sebagian besar pegawai khususnya ASN di Jakarta akan melaksanakan work from anywhere (WFA) mulai Senin dan Selasa pekan depan.
Untuk Operasi Ketupat Lodaya ini akan berlangsung selama 13 hari dari tanggal 13-25 Maret 2026. Selain itu, pada masa H-4 hingga H+4 dari periode operasi utama, pihaknya juga akan meningkatkan kegiatan rutin dan Kegiatan Rencana Yang Ditingkatkan (KRYD).
"Jumlah personel yang akan diterjunkan sebanyak 667 anggota yang bakal tersebar di 12 pos," sebutnya.
Adapun fokus pengamanan, lanjut Niko, tidak hanya pada jalur arteri sepeda motor, melainkan juga mencakup sekitar 30 jalur tol dari Jakarta ke Bandung dan ruas jalan seluas 6 kilometer mulai dari Soroja hingga masuk Kabupaten Bandung.
Jalur utama yang menjadi prioritas antara lain Cikalong Wetan, Rajamandala, Cipatat, Padalarang, dan kawasan Wisata Lembang.
Wilayah Kota Cimahi juga menjadi fokus pengamanan karena merupakan lintasan penting bagi pemudik.
"Tiga trouble spot yang perlu konsentrasi, yakni pertigaan Cimareme, pertigaan Tagog Apu dekat Pasar Tagog Padalarang, dan pertigaan Beatrix di Lembang," ucap Niko.
Menurutnya, untuk mengantisipasi kemacetan pihaknya bakal melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem one-way sepenggal berantai pada arah utara-selatan maupun barat-timur dan sebaliknya.
Untuk wilayah Cimahi, lanjutnya, yang menjadi perhatian bukan pasar tumpah melainkan pasar kaget yang muncul secara situasional.
Ada beberapa lokasi seperti di Jati dan Margasih, khususnya di sekitar TKI 3, di mana pedagang tiba-tiba muncul di trotoar.
"Sebanyak 103 personel juga telah dialokasikan sebagai tim pengurai kemacetan, yang dibagi menjadi tiga zona yaitu zona utara (Cisarua-Lembang), zona barat, dan zona timur dengan masing-masing kurang lebih 35 orang," pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana