Santri Tunanetra Sam'an-Jurig Bandung Ajak Masyarakat Berantas Buta Aksara Alquran
Menurut Fikar, sosok hantu yang diperankan Komunitas Jurig Bandung merepresentasikan godaan setan yang kerap menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan maksiat.
Kehadiran para santri menjadi simbol datangnya bulan suci Ramadhan yang membuat para “setan” lari terbirit-birit.
"Adegan ini merujuk pada hadis bahwa selama Ramadhan, Allah membelenggu setan-setan sehingga manusia lebih mudah untuk mendekatkan diri kepada kebaikan," ujarnya.
Fikar menuturkan, alasan kegiatan ini bertajuk "Buka Mata", terdapat pesan mendalam mengenai realita umat Islam di Indonesia.
Berdasarkan data Institut Ilmu Quran (IIQ) tahun 2024, sebanyak 72,25 persen muslim di Indonesia belum bisa membaca Alquran.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk 'membuka mata' hati. Meskipun santri-santri kami memiliki keterbatasan penglihatan fisik, semangat mereka untuk meraih keberkahan dan cinta dari Alquran tidak pernah padam," tutur Fikar.
"Ironis jika kita yang memiliki penglihatan sempurna justru belum bisa membaca kalam-Nya," ucap Fikar.
Menurut Fikar, kegiatan ini bentuk komitmen Cinta Quran Foundation sebagai lembaga terdepan dalam mensyiarkan Alquran dengan visi besar mengentaskan buta aksara Alquran di seluruh penjuru negeri. "Cinta Quran meyakini bahwa Alquran adalah solusi hidup," ujarnya.
Gerakan ini, tutur Fikar, bertujuan menyatukan seluruh elemen masyarakat agar bahu-membahu memberikan akses pendidikan Quran bagi mereka yang membutuhkan, termasuk kelompok disabilitas.
Editor : Agus Warsudi