Mahasiswa dan Dosen Turun Tangan, Ilmu Pengetahuan Jadi Solusi Pembangunan
Dari sisi luaran akademik, pendidikan tinggi Indonesia telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam publikasi internasional, dengan tingkat kolaborasi global yang terus meningkat. Yang lebih penting, riset tersebut tidak berdiri di ruang hampa.
Fokusnya semakin diarahkan pada sektor-sektor strategis nasional, mulai dari digitalisasi dan kecerdasan buatan, kesehatan, energi, ketahanan pangan, hingga hilirisasi industri. Kolaborasi dengan berbagai lembaga negara dan dunia usaha menunjukkan bahwa riset nasional tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi semakin terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan.
Komitmen untuk memperkuat peran ilmu pengetahuan juga diterjemahkan melalui kebijakan yang lebih konkret. Pemerintah menyampaikan rencana peningkatan dukungan anggaran riset dan inovasi perguruan tinggi hingga Rp4 triliun pada 2026, sebagai sinyal bahwa ilmu pengetahuan ditempatkan sebagai investasi strategis negara.
Di saat yang sama, dijajaki pembangunan universitas-universitas baru serta kerja sama dengan perguruan tinggi berstandar internasional melalui skema twin campus, guna memperkuat kualitas dosen, riset, dan tata kelola pendidikan tinggi di dalam negeri.
Di tingkat implementasi, perguruan tinggi tidak hanya dilibatkan sebagai mitra diskusi, tetapi juga sebagai pelaku langsung. Melalui berbagai kebijakan pendidikan tinggi, kampus didorong untuk menyelaraskan kinerja akademik dengan kontribusi sosial dan ekonomi yang nyata.
Gagasan kampus berdampak menegaskan bahwa kontribusi pendidikan tinggi tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi pada sejauh mana ilmu pengetahuan memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Editor : Rizal Fadillah