Fenomena Langit Februari 2026: Gerhana Matahari Cincin Warnai Bulan Baru
Mengacu pada data astronomi dari BMKG, fase Bulan mengikuti siklus sinodis dengan durasi sekitar 29,5 hari. Selama Februari 2026, fase-fase penting Bulan jatuh pada waktu berikut (WIB):
2 Februari 2026 – Bulan Purnama, pukul 05.09
9 Februari 2026 – Perempat Akhir, pukul 19.43
17 Februari 2026 – Bulan Baru, pukul 19.01
24 Februari 2026 – Perempat Awal, pukul 19.27
Walau secara teori siklus dimulai dari Bulan Baru, pengamatan harian biasanya lebih mudah dilakukan dengan mengikuti urutan tanggal kemunculan fase-fase tersebut.
Bagi penggemar fotografi langit, perubahan ini sangat kasat mata: awal bulan terang, pertengahan gelap, lalu perlahan terang kembali.
Perubahan bentuk Bulan bukan disebabkan oleh perubahan fisik. Yang terjadi hanyalah perbedaan sudut pencahayaan Matahari terhadap permukaan Bulan.
Saat Bulan berada di posisi berlawanan dengan Matahari, seluruh sisi yang menghadap Bumi tersinari—itulah purnama. Ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sisi terang menghadap menjauh, membuat Bulan tampak gelap atau tidak terlihat sama sekali.
Siklus ini menjadi dasar berbagai sistem penanggalan, memengaruhi pasang surut air laut, dan digunakan dalam perhitungan astronomi hingga sekarang.
Editor : Agung Bakti Sarasa