Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Majelis Syariah Beri Teguran Keras: Jangan Rusak PPP Jabar Jelang Muswil
Advertisement . Scroll to see content

PPP Jabar Panaskan Mesin Politik, Uu Ruzhanul Ulum Siap Duet Struktur dan Kaderisasi

Minggu, 15 Februari 2026 | 19:52 WIB
  • author Susana
PPP Jabar Panaskan Mesin Politik, Uu Ruzhanul Ulum Siap Duet Struktur dan Kaderisasi
DPW PPP Jawa Barat mulai memanaskan mesin politik jelang Pemilu 2029. Foto: Ist.

Menurutnya, ada tiga faktor utama yang membuat PPP percaya diri Jawa Barat bisa kembali menjadi lumbung suara:

  1. Rekam jejak elektoral – PPP pernah meraih 11 kursi DPRD Jabar, kemudian 9 kursi, sebelum kini bertahan di 6 kursi.

  2. Faktor geografis – Infrastruktur dan akses wilayah di Jawa Barat dinilai mendukung efektivitas konsolidasi dan kampanye.

  3. Faktor sosiologis – Karakter masyarakat Jawa Barat yang religius dan kuat dengan kultur Sunda dinilai sejalan dengan platform PPP sebagai partai Islam.

“Kami pernah di atas. Artinya, secara historis basis itu ada,” kata Uu.

Benahi Struktur dari DPC hingga Anak Ranting

Untuk mewujudkan target tersebut, PPP Jabar mulai membenahi struktur internal dari tingkat bawah. Seluruh DPC diminta menyerahkan kembali kepengurusan PAC sesuai instruksi sebelumnya dan bersiap menggelar musyawarah cabang di 27 kabupaten/kota yang dibagi dalam lima zona, dimulai 20 Syawal.

Uu menekankan pentingnya penguatan struktur sebelum berbicara target besar. Rekrutmen caleg ke depan akan diperketat dan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Kami tidak ingin asal comot calon anggota dewan. Struktur harus kuat dulu, baru bicara target besar,” tegasnya.

Pengkaderan Berbasis Fungsi dan Profesionalisme

Selain struktur, kaderisasi menjadi fokus utama. Uu mengakui selama ini proses pengkaderan kerap berhenti pada penanaman ideologi, sementara pemahaman teknis kepengurusan belum maksimal.

Ke depan, seluruh pengurus mulai dari DPW hingga DPC akan mengikuti pendidikan keorganisasian berbasis fungsi. Setiap bidang, seperti OKK, bendahara, hingga bidang pemenangan, akan mendapat pembekalan spesifik dari pemateri kompeten.

“Pengurus harus paham tupoksi, AD/ART, dan job description. Jangan hanya semangat, tapi tidak tahu tugas,” ujarnya.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut