Siasat Kedai Kopi di Bandung Hadapi Lonjakan Harga Plastik, Ajak Pelanggan Pakai Tumbler Pribadi
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Dampak memanasnya kondisi geopolitik global kini mulai merembet ke meja-meja kedai kopi di Kota Kembang. Para pelaku usaha sektor food and beverage (F&B) mulai memutar otak menghadapi meroketnya harga bahan baku pendukung, terutama kemasan plastik.
Langkah adaptif salah satunya diambil oleh Ju-e Kopi, sebuah kedai kopi populer di kawasan Taman Cibeunying, Bandung. Demi menekan biaya operasional yang membengkak, pengelola kini kian gencar mengimbau para penikmat kopi untuk membawa tumbler atau wadah minum sendiri.
Irfan Fitra Fauzan, pengelola Ju-e Kopi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cup plastik saat ini sudah sangat terasa dan membebani pengeluaran harian.
“Memang sudah dari lama beberapa customer membawa tumbler saat datang untuk ngopi. Ketika harga plastik ini naik, ya dihimbau untuk membawa alat minum sendiri,” tutur Irfan
Kenaikan ini bukan main-main. Irfan mencatat lonjakan harga mencapai angka 30 hingga 40 persen. Sebagai gambaran, satu pak berisi 50 buah cup plastik yang tadinya dibanderol sekitar Rp20.000, kini sudah menyentuh angka Rp30.000.
Mengingat kedainya bisa menghabiskan tiga hingga empat pak cup dalam sehari, kenaikan ini menjadi beban biaya yang cukup signifikan. “Sehari bisa habis sampai empat pack. Jadi kerasa banget kalau harga naik,” tambahnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa