Geger Lagu Erika ITB: Liriknya Dianggap Rendahkan Perempuan, Tradisi Himpunan Kini Dikecam!
Namun, apa yang dahulu dianggap sebagai "guyonan internal", kini berbenturan keras dengan kesadaran publik terhadap isu kekerasan seksual. Netizen menilai dalih "budaya turun-temurun" sudah tidak lagi relevan dan cenderung merusak citra mahasiswa.
"Kalau ada yang ngebela ini kultur dari senior turun temurun berarti tolol sih, masa engga bisa mutus rantai kultur yg ngelecehin perempuan kayak gini," tegas akun @iPoopBased dalam salah satu balasannya yang menjadi perhatian.
Sentimen publik kian memburuk karena video ini viral tak lama setelah munculnya laporan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan oknum mahasiswa tambang angkatan 2022. Hal ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas Satgas PPKS ITB dalam merombak budaya organisasi yang berpotensi memupuk perilaku toksik.
Hingga saat ini, pihak rektorat ITB maupun pengurus HMT belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait polemik ini. Meski akun media sosial mereka terus dihujani tagar protes, belum ada respons yang diberikan kepada publik.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh organisasi kemahasiswaan bahwa tradisi yang mencederai nilai kesetaraan gender tidak akan pernah luput dari pengawasan masyarakat di era transparansi digital.
Editor : Agung Bakti Sarasa