Heboh Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung: Direktur Akui Kelalaian, Petugas Langsung Dinonaktifkan
“Dalam kondisi tersebut, petugas secara tidak sengaja menyerahkan bayi Ny. NS kepada ibu dari pasien lain,” jelasnya lebih lanjut.
Beruntung, kesalahan fatal tersebut segera terdeteksi. Rachim menekankan bahwa bayi tersebut belum sempat dibawa keluar dari area sterilisasi NICU. Begitu menyadari ada kekeliruan, petugas langsung bertindak cepat.
“Petugas segera menyadari kekeliruan tersebut dan mengambil kembali bayi dari ibu pasien lain, kemudian menyerahkannya kepada Ny. NS,” tegas Rachim.
Meski sempat memanas hingga viral di media sosial, RSHS mengklaim masalah ini telah diselesaikan secara damai. Pada pertemuan formal tanggal 9 April 2026, pihak keluarga dikabarkan telah menerima permohonan maaf rumah sakit.
“Dalam pertemuan tersebut, Ny. NS menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan,” tambah Rachim.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban profesional, RSHS tidak tinggal diam. Oknum petugas yang terlibat dalam insiden salah serah bayi tersebut kini harus menanggung konsekuensinya.
“Terkait petugas yang terlibat, kami telah menonaktifkan yang bersangkutan dari pelayanan,” pungkas Rachim dengan tegas.
Selain memberikan sanksi internal, RSHS juga telah melaporkan kasus ini ke Kementerian Kesehatan untuk proses evaluasi lebih lanjut. Menutup klarifikasinya, Rachim membantah keras tudingan miring netizen mengenai adanya dugaan praktik ilegal di balik insiden tersebut.
“Kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak benar,” ucapnya sekaligus memastikan bahwa sistem keamanan pasien akan segera diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Editor : Agung Bakti Sarasa