TBC di Indonesia Peringkat Dua Dunia, Kolaborasi ITB Perkuat Peran Apoteker Edukasi Keluarga
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Upaya percepatan pengendalian dan penurunan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.
Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak menggelar rangkaian program community development.
Program yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini menyasar penguatan kapasitas tenaga kesehatan sekaligus edukasi berbasis keluarga. Kegiatan berlangsung di Puskesmas Pal Tiga dan Sungai Jawi, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, 17-18 April 2026.
Kegiatan tersebut menjadi respons terhadap tingginya kasus TBC di Indonesia yang masih menempati peringkat kedua dunia.
Di tingkat daerah, data Dinkes Kota Pontianak mencatat pada 2025 terdapat 2.245 kasus TBC dengan penemuan kasus baru mencapai
1.196. Sedangkan tingkat kesembuhan pasien TBC sebesar 91 persen.
Meski menunjukkan capaian cukup baik, penguatan aspek pencegahan dan kepatuhan terapi dinilai masih menjadi tantangan penting.
Editor : Abdul Basir