Petaka di Jalur Bekasi Timur: Korban Meninggal Kini Mencapai 15 Jiwa
Hingga kini, proses identifikasi masih berlangsung di RS Polri Kramat Jati. Kombes Martinus Ginting memastikan penambahan data korban meninggal dunia: "Iya, 15 meninggal," tegasnya.
Karena sepuluh jenazah belum berhasil dikenali, kepolisian membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang kehilangan kerabat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau, "Bagi warga masyarakat yang mencari keluarganya dapat ke posko RS Polri Kramat Jati."
Suasana di dalam gerbong saat hantaman terjadi digambarkan sangat mencekam. Subur Sagita (51), seorang penyintas, menceritakan bagaimana kebingungan berubah menjadi horor dalam hitungan detik. "Abis itu udah... orang ngejerit semua, ya begitu ngejerit kejadian, duar gitu, mental," kenangnya.
Penderitaan serupa dirasakan Yunita (41). Ia sempat kehilangan kesadaran dan baru terbangun saat sudah berada di area stasiun dalam kondisi berlumuran darah. "Aku sadar-sadar itu udah di lantai atas ya... itu kondisinya memang udah pada luka-luka semua kan. Dan ini kaki saya udah nggak bisa digerakin sama sekali, ini darah mengucur dari hidung," tuturnya pedih.
Di tengah kepulan asap dan lampu yang padam total, para penumpang yang masih mampu bergerak saling bahu-membahu menyelamatkan rekan mereka yang terjepit di antara puing gerbong.
Editor : Agung Bakti Sarasa