Banyak UMKM Gagal Ekspor Gara-gara Kemasan, Ledia Hanifa Bongkar Strategi Jitu Naik Kelas
“Sering kali hal seperti ini dianggap sepele, padahal kemasan sangat menentukan daya saing produk. Produk yang baik harus didukung kemasan yang mampu menjaga kualitas, aman, informatif, dan sesuai standar pasar,” jelasnya.
Selain fisik kemasan, Sekretaris Fraksi PKS ini juga mewanti-wanti pentingnya transparansi informasi pada label produk. Sesuai undang-undang perlindungan konsumen, detail seperti:
Komposisi bahan utama.
Informasi nilai gizi.
Peringatan potensi alergen.
Untuk mendukung teknis di lapangan, pelatihan ini turut menghadirkan Dr. Asep Nurhikmat, peneliti utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kehadirannya bertujuan memberikan wawasan berbasis riset agar UMKM bisa menerapkan teknologi pengolahan pangan yang lebih modern.
Ledia menekankan bahwa tidak ada solusi tunggal dalam pengemasan. Setiap jenis makanan memerlukan perlakuan dan material bungkus yang berbeda-beda.
“Tidak ada satu jenis kemasan yang paling baik untuk semua produk. Setiap produk memiliki karakteristik berbeda, sehingga perlu dicoba dan disesuaikan. Ilmu yang didapat hari ini jangan hanya disimpan, tetapi harus dipraktikkan agar UMKM kita benar-benar bisa berkembang,” tuturnya.
Melalui sinergi antara kebijakan legislatif, riset dari BRIN, dan semangat inovasi para pelaku usaha, produk pangan lokal diharapkan mampu meningkatkan kapasitasnya untuk bersaing di level nasional maupun internasional.
Editor: Agung Bakti Sarasa