Danantara Sumber Daya Indonesia Dinilai Berpotensi Jadi Kartel Baru, Ini Peringatan Ahli
Dukung Tujuan Prabowo Berantas Kebocoran Ekspor
Meski mengkritisi desain DSI, Achmad mengaku mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam yang selama ini dinilai merugikan negara.
Ia mengungkapkan berbagai kasus menunjukkan praktik manipulasi ekspor masih terjadi dalam skala besar.
Data yang dipaparkannya antara lain dugaan manipulasi nilai ekspor CPO oleh 282 wajib pajak, kasus korupsi ekspor CPO dengan kerugian negara mencapai Rp14,3 triliun, hingga dugaan permainan harga ekspor oleh sejumlah perusahaan besar melalui perantara di Singapura.
Selain itu, rekayasa HS Code POME pada periode 2021-2024 disebut mencapai nilai Rp45,9 triliun.
"Masalahnya nyata. Negara kehilangan triliunan rupiah setiap tahun akibat under-invoicing, transfer pricing, dan pelarian devisa," katanya.
Negara Berpotensi Menanggung Risiko Pasar Global
Achmad juga menyoroti risiko keuangan yang dapat muncul apabila DSI menjadi eksportir tunggal.
Dalam skema tersebut, negara akan menanggung langsung dampak fluktuasi harga komoditas dunia yang selama ini menjadi risiko pelaku usaha.
Editor : Rizal Fadillah