Pelesir ke Braga, Jangan Lupa Tengok Ruang Nostalgia 9 Dekade Persib Bandung
“Di balik setiap pertandingan dan trofi, terdapat sejarah, nilai, kreativitas, serta ikatan emosional yang telah membentuk hubungan kuat antara PERSIB, Kota Bandung, dan masyarakatnya,” ujarnya.
Sinergi ini disambut hangat oleh Elia Yoesman selaku pemilik Grey Art Gallery. Ia menilai sang pangeran biru telah bertransformasi menjadi sebuah institusi kultural masif yang pengaruhnya meluas ke berbagai lini kehidupan urban.
“Kami melihat PERSIB sebagai salah satu fenomena budaya paling berpengaruh yang dimiliki Kota Bandung. Kehadirannya tidak hanya dirasakan di stadion, tetapi juga hidup dalam berbagai ruang sosial dan kreatif masyarakat,” kata Elia.
Cultura PERSIB tidak hanya menawarkan pengalaman visual yang pasif. Sepanjang tiga bulan ke depan, galeri seni ini akan dihidupkan dengan berbagai program interaktif untuk menjaring kedekatan publik, di antaranya:
Diskusi panel dan talkshow edukatif.
Gathering serta ruang temu lintas komunitas Bobotoh.
Lokakarya dan kolaborasi kreatif yang melibatkan seniman lokal serta masyarakat umum.
Bagi masyarakat yang ingin mengapresiasi dan menapaki kembali rekam jejak sembilan dekade perjalanan klub kebanggaan Jawa Barat ini, akses masuk pameran dibanderol dengan harga berikut:
Hari Kerja (Weekday): Rp25.000
Akhir Pekan (Weekend): Rp35.000
Melalui tajuk Cultura PERSIB ini, pihak manajemen dan Grey Art Gallery menaruh harapan besar agar masyarakat luas dapat memetik nilai-nilai perjuangan serta memahami bagaimana klub ini mengakar menjadi identitas Kota Bandung selama lebih dari 90 tahun.
Editor : Agung Bakti Sarasa