Keanekaragaman Hayati Kota dalam Instalasi Kreatif, Cara Baru Belajar Lingkungan Hidup
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Keanekaragaman hayati selama ini kerap dikaitkan dengan hutan lebat, pegunungan, hingga kawasan konservasi. Namun melalui pameran instalasi bertajuk BiodiverCity, masyarakat diajak melihat sisi lain dari biodiversitas, yakni kehidupan satwa dan tumbuhan yang tumbuh berdampingan dengan aktivitas manusia di kawasan perkotaan.
Pameran yang digelar oleh Yayasan KEHATI bersama Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari (Tunas Nusa) di Bandung Creative Hub (BCH), Jalan Laswi, Kota Bandung, menjadi ruang edukasi mengenai urban biodiversity atau keanekaragaman hayati perkotaan yang selama ini masih jarang mendapat perhatian publik.
Founder Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari, Ramalis Sobandi, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya restorasi biodiversitas perkotaan di Kota Bandung yang mulai dijalankan sejak Juli 2025.
"Ini yang pertama di Indonesia oleh Yayasan KEHATI. Biasanya fokusnya di hutan, mangrove, atau bambu. Kali ini yang menjadi perhatian adalah kota," kata Ramalis di Bandung Creative Hub, Minggu (21/6/2026).
Hasil Riset Biodiversitas Kota Bandung Diangkat Menjadi Pameran
Menurut Ramalis, BiodiverCity lahir dari hasil riset keanekaragaman hayati perkotaan yang dilakukan melalui metode citizen science, yakni pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pendataan lingkungan.
Berbagai temuan lapangan kemudian diterjemahkan menjadi karya instalasi edukatif agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Menariknya, sebagian besar karya dalam pameran dibuat dari bahan daur ulang seperti botol plastik, kardus bekas, kantong kresek, bubble wrap, hingga limbah kertas.
Pendekatan tersebut tidak hanya memperkenalkan biodiversitas perkotaan, tetapi juga mengampanyekan pentingnya pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.
Editor: Rizal Fadillah