Keanekaragaman Hayati Kota dalam Instalasi Kreatif, Cara Baru Belajar Lingkungan Hidup
Langkah Kecil Bisa Berdampak Besar
Pameran ini juga membawa pesan bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program besar atau kebijakan pemerintah.
Langkah sederhana seperti memilah sampah, membuat taman vertikal, menanam pohon di pekarangan rumah, hingga membangun hutan mikro dapat menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kesadaran kolektif tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan di tengah ancaman perubahan iklim dan berkurangnya ruang terbuka hijau.
Yayasan KEHATI Dorong Pemulihan Biodiversitas Perkotaan
Manager Program Kehutanan Yayasan KEHATI, Christian Natalie, mengatakan bahwa BiodiverCity tidak hanya menjadi ruang pameran, tetapi juga ruang belajar dan gerakan sosial bagi masyarakat.
Ia menilai keberadaan pohon, burung, serangga, amfibi, hingga reptil memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hidup manusia di perkotaan.
"Banyak orang menganggap kota hanya milik manusia. Padahal sebelum kota berkembang, berbagai spesies tumbuhan dan satwa telah lebih dahulu hidup di ruang yang sama. Jika biodiversitas terus terdesak, pada akhirnya manusia juga yang akan kehilangan kualitas hidupnya," kata Natalie.
Melalui Program Urban Biodiversity, Yayasan KEHATI terus mendorong pemulihan keanekaragaman hayati perkotaan sebagai bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan.
Sejak 2024, bersama Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari, program tersebut telah menanam 3.633 pohon dan tanaman dari 91 jenis berbeda di 10 ruang terbuka hijau dan biru Kota Bandung.
Lokasi penanaman mencakup Kolam Retensi Rancabolang, Rumah Deret Tamansari, hingga lingkungan SMAN 27 Bandung.
Editor: Rizal Fadillah