Keanekaragaman Hayati Kota dalam Instalasi Kreatif, Cara Baru Belajar Lingkungan Hidup
Libatkan Pelajar dari SD hingga SMA
Pameran BiodiverCity juga melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Bandung.
Siswa sekolah dasar membuat instalasi kupu-kupu yang merepresentasikan pentingnya serangga penyerbuk dalam ekosistem. Sementara itu, pelajar SMP menghadirkan beragam jenis serangga perkotaan, sedangkan siswa SMA menciptakan replika burung yang hidup di lingkungan kota.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 150 instalasi yang menggambarkan lima kelompok utama keanekaragaman hayati, yakni tanaman, serangga, burung, amfibi, dan reptil.
Melalui karya-karya tersebut, pengunjung dapat melihat bahwa kehidupan satwa liar tidak hanya berada di kawasan hutan, tetapi juga masih bertahan di tengah pesatnya pembangunan kota.
Satwa dan Tumbuhan Jadi Indikator Kesehatan Lingkungan Kota
Ramalis menegaskan bahwa pesan utama yang ingin disampaikan melalui BiodiverCity adalah pentingnya memahami keberadaan satwa dan tumbuhan sebagai indikator kesehatan lingkungan.
Menurutnya, perubahan populasi berbagai spesies dapat menjadi sinyal awal adanya kerusakan ekosistem.
"Kalau mereka berubah, berkurang, atau bahkan hilang, itu tandanya alam sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.
Karena itu, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap ruang hidup makhluk lain yang turut berbagi lingkungan dengan manusia.
Editor: Rizal Fadillah