Bukan Cuma Cari Gaji, Pelamar Job Fair Bandung Wajib Tagih 5 Jaminan Proteksi Ini ke Perusahaan
Di lokasi yang sama, Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, melempar motivasi sekaligus kritik membangun bagi generasi muda. Yayan menyoroti fenomena pelamar kerja masa kini yang cenderung pilih-pilih posisi aman dan enggan merangkak dari level bawah. Padahal, kematangan karier seorang profesional kerap kali ditempa dari pengalaman lapangan yang keras.
"Jangan menganggap pekerjaan marketing itu sepele. Banyak bos besar memulai karier dari sana. Yang penting masuk dulu ke dunia kerja dan terus mengembangkan kemampuan," sentil Yayan.
Menjawab tantangan masa depan, Yayan menjelaskan bahwa Disnaker kini tengah gencar merancang program pelatihan vokasi mutakhir. Salah satu sektor masa depan yang dibidik adalah pencetakan tenaga ahli di bidang ekosistem kendaraan listrik.
“Kota Bandung memiliki potensi besar menjadi pusat penghasil tenaga mekanik kendaraan listrik karena didukung perguruan tinggi, industri, serta sumber daya manusia yang memadai. Disnaker pun mulai menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi," papar Yayan.
Tak hanya di dalam negeri, Disnaker Bandung juga membuka lebar-lebar akses penempatan kerja internasional, seperti ke Jepang, yang ditunjang dengan fasilitas pembiayaan serta pengurusan berkas dari pemerintah.
Meskipun bursa kerja ini dibanjiri antusiasme publik, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menegaskan pihak legislatif akan tetap kritis. Asep menekankan bahwa tolok ukur kesuksesan penanganan pengangguran tidak boleh dihitung dari seberapa sering sebuah acara seremonial diadakan, melainkan dari angka penyerapan tenaga kerja yang nyata di lapangan.
DPRD Kota Bandung berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh lini program, mulai dari job fair, pelatihan keterampilan, hingga sistem magang agar anggaran daerah benar-benar efektif memangkas angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Kembang.
Editor : Agung Bakti Sarasa