get app
inews
Aa Text
Read Next : Ancaman Hukuman Taufik Hidayat Diperberat Jadi 36 Tahun Penjara

Sebelum Ditangkap Polisi, Taufik Hidayat Sempat Tenggak Miras Intisari

Rabu, 24 Juni 2026 | 08:13 WIB
header img
Usai menenggak minuman keras (miras) merek Intisari, pelarian Taufik Hidayat (30) akhirnya resmi kandas di tangan Polda Jawa Barat. Foto: iNews TV

BANDUNG, iNewsBandungraya.id – Usai menenggak minuman keras (miras) merek Intisari, pelarian Taufik Hidayat (30) akhirnya resmi kandas di tangan Polda Jawa Barat. Pria berotak monster yang tega menyekap dan menyiksa kekasihnya sendiri, YTT (29), selama tiga tahun di Cileunyi ini tak berkutik saat diringkus polisi dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol jenis anggur hitam tersebut. Usai diamankan, kini Taufik langsung dijebloskan ke dalam sel khusus dengan pengawasan super ketat.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan, pihak kepolisian tidak memberikan kelonggaran sedikit pun bagi pelaku kejahatan sekeji ini. Taufik sengaja diisolasi di sel khusus untuk memantau setiap gerak-geriknya selama 24 jam penuh.

“Kita lakukan penahanan di sel khusus, yang kita sudah pasang CCTV-nya. Tersangka berada sendiri dan dalam pengawasan ketat kita semua,” tegas Irjen Rudi, Rabu (24/6/2026).

Hasil Tes Narkoba Negatif, Hanya Terpengaruh Alkohol

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis pasca-penangkapan, polisi langsung melakukan tes urine untuk mendeteksi kandungan narkoba di tubuh tersangka. Menariknya, tindakan sadis yang dilakukan Taufik selama bertahun-tahun ternyata dilakukan tanpa pengaruh zat adiktif psikotropika.

Dari hasil res Narkoba dinyatakan negatif namun Taufik mengaku habis meminum miras merek 'Intisari' sebelum ditangkap. Sementara kondisi fisik dinyatakan sehat walafiat dan siap menghadapi pemeriksaan hukum.

Melihat betapa brutalnya penyiksaan yang dialami korban selama 3 tahun, Kapolda Jabar menyatakan bahwa tindakan pelaku sudah jauh di luar batas kemanusiaan. Oleh karena itu, tim psikolog forensik akan segera diterjunkan untuk memeriksa kejiwaan Taufik.

"Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan akan melibatkan beberapa ahli, termasuk ahli kejiwaan, supaya kita mempunyai data awal bagaimana kondisi psikologis tersangka. Karena apa yang dilakukan ini sesuatu yang tidak wajar, di luar kebiasaan perilaku seseorang terhadap kekasihnya. Ini sangat sadis," ungkap jenderal bintang dua tersebut.

 

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut