Kiprah Brigjen Pol Arif Budiman, Perwira Akpol 99 yang Kini Menjabat Wadirtipideksus Bareskrim
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Gerbong mutasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia kembali menelurkan cerita menarik dari jajaran perwira tinggi terbarunya. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah sosok Brigjen Pol. Arif Budiman. Pria yang baru saja resmi menyandang pangkat jenderal bintang satu ini dikenal bukan cuma karena ketajamannya di dunia reserse, melainkan juga lewat pendekatan humanisnya yang tidak biasa saat memimpin di kewilayahan.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 dari angkatan Endra Dharmalaksana ini seolah punya magnet tersendiri di tempatnya bertugas. Saat memegang tongkat komando di Polres Sragen (2017) dan Polres Jepara (2018), Arif langsung tancap gas melakukan bersih-bersih birokrasi. Hasilnya? Polres Jepara kala itu sukses menyabet predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kemenpan RB, lengkap dengan predikat Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik (A-) berkat respons cepat mereka terhadap keluhan warga.
Nama Arif Budiman benar-benar melekat di hati warga saat ia bergeser menjadi Kapolresta Cirebon pada tahun 2021. Di wilayah inilah ia melahirkan program Green Service, sebuah terobosan cerdas yang mengawinkan urusan administrasi kepolisian dengan pelestarian lingkungan.
Lewat program ini, warga yang ingin membuat SIM atau SKCK tidak perlu pusing memikirkan biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Mereka cukup mengumpulkan sampah plastik dan menabungnya di bank sampah lokal. Begitu saldo tabungan sampah setara dengan biaya pembuatan dokumen, petugas bank sampah langsung memberikan sinyal ke Satpas Polresta Cirebon. Menariknya, pemohon dari jalur ini berhak mendapatkan karpet merah: fasilitas ruang tunggu khusus, bebas antrean panjang, dan proses yang jauh lebih cepat.
Langkah kreatif ini ternyata berdampak domino pada kesadaran lingkungan warga desa setempat. Kuwu Krandon, Warnawan, mengakui, program Green Service itu membuat jumlah nasabah bank sampah Desa Krandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, meningkat signifikan. Alasan utama warga Desa Krandon menjadi nasabah baru bank sampah karena saldonya dapat digunakan untuk membuat SIM dan SKCK.
"Rata-rata para nasabah menabung sampah plastik selama tiga bulan atau lebih hingga saldonya mencukupi untuk membayar biaya PNPB penerbitan SIM C. Saat itu, jumlah nasabah bank sampah di Desa Krandon meningkat dari 60-an orang menjadi 120-an orang," katanya.
Berkat kepemimpinan yang minim sekat dengan masyarakat ini, Polresta Cirebon memborong 48 penghargaan internal dan 23 penghargaan eksternal sepanjang tahun 2023, termasuk Pin Emas dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas keberhasilan memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Editor: Agung Bakti Sarasa