Atalia Praratya Soroti Lirik Kontroversial Lagu Om Zein: Saya Tidak Habis Pikir!
Sebelum Atalia bersuara, gelombang protes serupa sempat digaungkan oleh kreator konten Arini Joesoef (@arinijoesoef). Dalam ulasannya, Arini menuding lagu "Lalaki Langit Lalanang Bejat" mengeksploitasi dan mengolok-olok kodrat serta siklus biologis perempuan, di antaranya:
Olok-olok Kehamilan Remaja: "Sebab kalau aku jadi perempuan, SMP kelas 3 aku udah keguguran 7 kali."
Stigmatisasi Seksual: "Makasih Tuhan sudah menciptakan aku sebagai laki-laki, aku jadi enggak usah beli kutang yang busanya lebih besar daripada payudara."
Kecemasan Reproduksi: "Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku sebagai laki-laki, tak usah berkeliling apotek kalau telat datang bulan."
Bagi Atalia, pemilihan diksi seperti ini sangat mencederai pakem kebudayaan lokal yang seharusnya saling menjaga kehormatan sesama manusia.
"Sebodoh apa pun saya memahami Budaya Sunda, saya tahu bahwa Budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi. Dan saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan," papar Atalia panjang lebar.
Sebagai wakil rakyat yang vokal mengawal isu perlindungan anak dan perempuan, Atalia menilai lahirnya karya bernada seksis dari seorang figur pemimpin daerah merupakan sebuah kemunduran di tengah gencarnya kampanye kesetaraan gender.
"Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?.." tukasnya.
Guna memantik kesadaran kolektif, ia menutup pandangannya dengan sebuah pertanyaan reflektif yang menyentuh sisi kemanusiaan khalayak: "Bagaimana menurut kalian? Atalia Praratya, Saya perempuan."
Editor : Agung Bakti Sarasa