Modal Kecil, Hasil Fantastis! Kisah Dua Brand Tas Bandung yang Sukses Berkembang di Era Digital
Fahri mengakui perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Ia sempat menghadapi berbagai kasus penipuan saat masih berjualan melalui media sosial, hingga terpukul ketika pandemi Covid-19 melanda. Namun, ART mampu bertahan dengan beralih memproduksi masker kain yang saat itu memiliki permintaan tinggi.
Kini ART memiliki kapasitas produksi sekitar 7.000 produk per bulan dengan total sekitar 100 tenaga kerja yang sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar tempat usahanya berdiri.
Sementara itu, kisah serupa juga datang dari brand tas Montraf yang dirintis Gun-Gun Gunawan pada 2021.
Gun-Gun mengaku sebelum mendirikan brand sendiri, dirinya merupakan seorang karyawan sekaligus dropshipper yang telah berjualan di Shopee sejak 2017. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk membangun usaha secara mandiri.
"Saya sebelumnya bekerja sambil menjadi dropshipper. Dari situ muncul motivasi untuk membuat merek sendiri. Alhamdulillah pada 2021 Montraf mulai berdiri dan berkembang sampai sekarang," katanya saat ditemui di workshop Montraf, Jalan Rumah Sakit, Cinambo, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).
Ia sengaja memilih produk tas karena melihat persaingan di kategori tersebut saat itu masih lebih terbuka dibandingkan produk apparel. Montraf pun memfokuskan produknya pada kategori traveling dan perlengkapan aktivitas luar ruangan.
Editor : Rizal Fadillah