Dapat Bantuan Ayam dari Kodam Siliwangi, Warga Banjaran Dilarang Menyajikannya di Meja Makan
Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, menekankan bahwa kunci dari program ini adalah edukasi tentang aset produktif. Ia tidak ingin ayam tersebut hilang begitu saja di atas meja makan dalam sekejap.
"Hari ini sebagian ayam yang dipanen kita sedekahkan kepada masyarakat. Satu orang mendapat lima ekor supaya mereka mengembangbiakkan juga, bukan untuk dipotong," kata Kosasih.
Menurut sang Pangdam, jika warga berhasil membesarkan dan mengembangbiakkan ayam tersebut, maka ketahanan pangan dan ekonomi keluarga akan jauh lebih terjaga secara berkelanjutan dibandingkan sekadar menerima bantuan sekali pakai.
"Harapannya setiap rumah tangga ada ayam yang dipelihara untuk ketahanan pangan mereka masing-masing," lanjutnya.
Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan dukungan penuh terhadap konsep peternakan mandiri ini. Ia berharap warga Bandung bisa lebih produktif memanfaatkan lahan terbatas di rumah.
"Bukan untuk dijual atau dikonsumsi sekarang, tapi diharapkan bisa diternakkan. Telurnya boleh dijual atau dimanfaatkan sendiri. Jadi masyarakat Kabupaten Bandung ke depannya bisa lebih mandiri," jelas Ali Syakieb.
Tidak hanya fokus pada ayam, Kodam III/Siliwangi juga tengah mengembangkan peternakan kambing dan domba, termasuk persilangan antara domba Garut dan Dorper untuk meningkatkan kualitas bibit ternak di wilayah tersebut.
Ali Syakieb pun menitipkan pesan tegas kepada para penerima bantuan agar amanah ini dijaga dengan baik. "Siapa pun yang sudah mendapatkan program yang sangat baik ini, tolong dimanfaatkan semaksimalnya," pungkasnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa