Kemenpar Siapkan 7 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat dan Fasilitas Olahraga di NHI Bandung
Widiyanti menilai, pembekalan tersebut diharapkan membuka peluang karier yang lebih luas, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri.
“Kami ingin memberikan manfaat lebih agar program-program kami dapat menghasilkan lulusan yang juga bisa bekerja di luar negeri karena standar pendidikan di Indonesia dan konten wisata yang berkualitas,” ucapnya.
Ia memastikan keberadaan Sekolah Rakyat di kawasan Poltekpar NHI Bandung tidak akan mengganggu aktivitas akademik mahasiswa. Sebaliknya, kedua institusi akan saling mendukung dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif.
“Kami rasa tidak akan mengganggu sama sekali. Justru ini kami bangun bersama agar kawasan ini menjadi lebih inklusif. Mahasiswa Politeknik Pariwisata bisa menjadi kakak asuh, mendidik, membantu mereka beradaptasi, sekaligus mengenalkan industri pariwisata,” jelasnya.
Menurut Widiyanti, mahasiswa nantinya dapat menjadi pendamping sekaligus memberikan inspirasi kepada siswa Sekolah Rakyat untuk mengenal berbagai profesi di sektor pariwisata.
“Mungkin ada yang ingin menjadi entrepreneur, bekerja di restoran, kafe, atau travel agent. Ini menjadi kesempatan memberikan inspirasi kepada anak-anak Sekolah Rakyat bahwa ada peluang besar di industri pariwisata,” tuturnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Kemenpar juga memberikan kesempatan bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Pariwisata melalui jalur khusus.
Editor: Rizal Fadillah