get app
inews
Aa Text
Read Next : Menjemput Berkah di Bulan Ramadan Lewat Santunan Anak Yatim

Jangan Cuma Disimpan di Bank! Begini Cara Mencegah Uang Santunan Habis Tak Berbekas

Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:18 WIB
header img
BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan secara lunak (soft launching) Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) di Pendopo Kota Bandung, Selasa (18/8/2026). (Foto: Mulki Albar)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan secara lunak (soft launching) Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) di Pendopo Kota Bandung, Selasa (18/8/2026).

Program tersebut dirancang untuk mendorong penerima manfaat dan ahli waris BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya menerima santunan, tetapi juga mampu mengelola manfaat yang diperoleh menjadi modal untuk membangun usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, serta Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain yang mewakili Pj. Wali Kota Bandung.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, Program PEKA lahir dari evaluasi terhadap manfaat jaminan sosial yang selama ini diberikan kepada peserta maupun ahli waris.

Menurutnya, santunan yang diterima keluarga peserta perlu diarahkan agar dapat menjadi modal produktif dan membantu mereka membangun sumber penghasilan baru.

"Manfaat yang diterima tidak hanya berhenti sebagai santunan, tetapi benar-benar menjadi modal awal bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kehidupannya menjadi lebih baik dan, insyaallah, dapat menciptakan sumber penghasilan baru," ujar Saiful dalam sambutannya.

Saiful mencontohkan kasus seorang ibu yang menjadi orang tua tunggal setelah suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Keluarga tersebut menerima manfaat sekitar Rp281 juta.

Namun, penerima manfaat sebelumnya tidak memiliki pengalaman mengelola dana dalam jumlah besar maupun keterampilan usaha yang memadai.

"Bagaimana beliau dapat mengelola dana sebesar itu? Beliau sebelumnya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan belum memiliki literasi keuangan maupun keterampilan usaha yang memadai," katanya.

Dari persoalan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan kemudian mengembangkan PEKA sebagai program yang menghubungkan penerima manfaat dengan berbagai pelatihan, pendampingan usaha, akses pembiayaan hingga pemasaran.

Saiful mengatakan, program tersebut tidak dibangun BPJS Ketenagakerjaan seorang diri. PEKA merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas bisnis, perbankan, lembaga keuangan dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Jadi, kegiatan PEKA ini bukan sekadar kegiatan yang berdiri sendiri, tetapi merupakan kegiatan kolaborasi seluruh ekosistem yang kami bangun," ujarnya.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut