UPI Dorong Kader PKK Jadi Agen Perubahan, Keluarga Ramah Lingkungan Dimulai dari Rumah
Kader PKK Didorong Jadi Agen Perubahan
Dalam program tersebut, kader PKK tidak hanya diposisikan sebagai peserta yang menerima materi pelatihan.
Mereka diarahkan menjadi agen perubahan (change agent) yang dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada keluarga serta masyarakat di lingkungannya.
Ketua Tim PkM, Lia Shafira Arlianty, S.Pd., M.Si., mengatakan posisi kader PKK yang dekat dengan keluarga menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan kapasitas kader.
“Pemberdayaan kader menjadi penting karena kader PKK memiliki kedekatan dengan keluarga dan masyarakat. Dengan peningkatan kapasitas kader, edukasi mengenai perilaku ramah lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan disebarluaskan dalam kehidupan rumah tangga,” ujar Lia.
Dengan pendekatan tersebut, pengetahuan mengenai lingkungan diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan. Sebaliknya, informasi dan keterampilan yang diperoleh kader dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Menggabungkan Akademisi, Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha
Program Green Family Education yang diterapkan UPI juga menggunakan pendekatan Quadruple Helix.
Pendekatan ini mempertemukan empat unsur, yakni akademisi, pemerintah, masyarakat, serta dunia usaha atau industri.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang lebih kuat. Persoalan lingkungan tidak dipandang sebagai tanggung jawab satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Editor : Rizal Fadillah