Jangan Tertipu Flexing! Ini Fakta di Balik Bisnis Trading Forex dan Referral
Dalam model tertentu, posisi nasabah dapat dikelola secara internal oleh broker dan tidak selalu diteruskan kepada Liquidity Provider (LP) dengan posisi yang sama.
Hal ini menjadi penting karena mekanisme tersebut dapat memengaruhi hubungan kepentingan antara broker dan trader.
Dalam skema tertentu, ketika trader mengalami kerugian atau terkena margin call (MC), pihak yang berada di sisi berlawanan dari transaksi berpotensi memperoleh keuntungan.
Bukan berarti seluruh broker menggunakan mekanisme yang sama.
Justru karena itu, calon trader perlu memahami bagaimana broker mengeksekusi order dan ke mana transaksi nasabah sebenarnya diteruskan.
Saat Flexing Berubah Menjadi Strategi Pemasaran
Di media sosial, gaya hidup mewah memang memiliki daya tarik tersendiri.
Mobil mahal, jam tangan, hotel berbintang, perjalanan ke luar negeri, hingga tangkapan layar profit dapat menciptakan kesan bahwa seseorang telah menemukan formula sukses dari trading.
Setelah perhatian terkumpul, tidak jarang muncul ajakan untuk masuk ke komunitas, mengikuti edukasi, atau membuka akun melalui tautan referral.
Pola seperti ini tidak otomatis berarti penipuan.
Namun, menurut Alvin, masyarakat perlu lebih kritis melihat siapa yang sebenarnya mendapatkan keuntungan dari aktivitas trading tersebut.
Sebab, ketika pendapatan IB bergantung pada aktivitas atau volume transaksi nasabah, kepentingan IB dan trader berpotensi tidak selalu berada di posisi yang sama.
Trader tentu berharap mendapatkan keuntungan dengan risiko yang terkendali. Sementara dalam skema tertentu, peningkatan aktivitas transaksi dapat memberikan keuntungan berupa komisi bagi pihak yang membawa nasabah.
Editor : Rizal Fadillah